Ada orang yang beranggapan kista itu sama dengan Miom, ternyata itu merupakan 2 hal yang berbeda. Kista
berbentuk cairan, sedangkan mioma berbentuk massa solid (tumor). Kista
biasanya tumbuh dalam ovarium (indung telur) wanita, sedangan mioma pada
dinding rahim wanita.
Menurut
data hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo pada tahun
2008 terdapat 428 kasus penderita kista endometriosis, 20% diantaranya
meninggal dunia dan 65% diantaranya adalah wanita karir yang telah
berumah tangga. Adapun pada tahun 2009 mengalami peningkatan yaitu
sejumlah 768 kasus penderita kista endometriosis, 25% diantaranya
meninggal dunia, dan 70% diantaranya adalah wanita karir yang telah
berumah tangga. Kasusnya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan ,
oleh karena itu bagi kaum wanita kista ini memang perlu diwaspadai.
BAGAIMANA KISTA TERBENTUK ?
Walaupun kejadiannya masih merupakan misteri Tuhan, tapi secara ilmiah penjelasannya sebagai berikut: Wanita
normal biasanya memiliki dua ovarium seukuran kenari di sisi kiri &
kanan rahim. Masing-masing ovarium menghasilkan satu telur yang
terbungkus dalam folikel (kantong). Ketika telur keluar, hormon estrogen
akan memberi sinyal kepada rahim. Pada gilirannya, lapisan rahim mulai
menebal dan mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma (kehamilan). Bila
telur tidak dibuahi, maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam
bentuk haid bulanan.
Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal, pertama kali dia akan membentuk kista kecil ( lebih kecil dari 4 cm). Kista jenis ini namanya kista fungsional. Selanjutnya materi kista dapat berkembang dan menjadi lebih besar.
Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal, pertama kali dia akan membentuk kista kecil ( lebih kecil dari 4 cm). Kista jenis ini namanya kista fungsional. Selanjutnya materi kista dapat berkembang dan menjadi lebih besar.
JENIS-JENIS KISTA
Kista Corpus Luteum:
Kista ini dapat berukuran 2-6 cm, adalah kista yang paling umum terjadi . Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan.
Kista ini dapat berukuran 2-6 cm, adalah kista yang paling umum terjadi . Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan.
Kista hemorrhagic:
Yaitu timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya kram perut.
Kista dermoid:
Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit (torted/twisted).
Kista Endometrium:
Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm. Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).
Yaitu timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya kram perut.
Kista dermoid:
Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit (torted/twisted).
Kista Endometrium:
Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm. Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).
GEJALA
Kadang kista terjadi tanpa gejala, adapun gejala yang umum terjadi pada penderita kista, terutama endometriosis adalah :
1. Sakit sebelum dan selama menstruasi, selain itu ada rasa tidak nyaman di perut saat menstruasi terutama untuk bergerak
2. Sakit saat berhubungan intim dengan pasangan
3. Sakit di bagian tulang ekor
4. Sakit pada tulang belakang
5. Sakit saat mengeluarkan air kencing pada saat menstruasi
6. Kelelahan
7. Gangguan kesuburan
8. Diare atau Konstipasi
PENYEBAB KISTA
Berikut beberapa faktor yang memancing pertumbuhan kista, diantaranya ialah:
-Pola makan yang tidak teratur (sering terlambat makan).
-Asupan gizi yang kurang seperti buah-buahan, sayuran hijau yang mengandung serat tinggi.
-Gangguan Hormon karena tingkat stress yang tinggi.
-Sering mengkonsumsi makanan-makanan cepat saji yang mengandung vetsin (MSG) tinggi.
-Sering minum-minuman berkarbonasi tinggi seperti soft drink.
Faktor resiko lainnya:
- riwayat kista ovarium terdahulu
- siklus haid tidak teratur
- perut buncit
- menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
- sulit hamil
- penderita hipotiroid
- penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)
Untuk
melakukan screening, biasanya dengan USG, adapun penanganannya bisa
dengan melakukan Laparoscopy maupun Histeroctomy . Adapun dari segi
gizi, harus dilakukan perubahan pola makan, yaitu lebih mengkonsumsi
makan-makanan yang tinggi serat seperti buah-buahan sayuran hijau, dan
kacang-kacangan, serta menghindari makanan cepat saji dan minuman
karbonasi tinggi.
- riwayat kista ovarium terdahulu
- siklus haid tidak teratur
- perut buncit
- menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
- sulit hamil
- penderita hipotiroid
- penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar